Ini merupakan sutau refleksi dari buku yang berjudul sama dengan tema tulisan, Politisi, Tuan dan Hamba yang ditulis oleh Keith. Kaliat Tuan, Hamba dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak lagi kita temui dalam masyarakat Indonesia, akan tetapi secara substantif masih dapat kita temukan terutama di daerah yang jauh dari hingar bingarnya Ibu Kota. Politisi kita terjemahkan sebagai perumus kebijakan, sementara Tuan lebih kepada eksekutiv, dan Hamba adalah rakyat itu sendiri. Kalau kalimat ini kita gunakan pada organisasi maka Steering Comitte adalah Politisi dan Organizing Comitte adalah Tuan serta Hamba diduduki oleh anggota.
Hubungan ketiganya sangat erat dan menjdai sebab akibat kemajuan organisasi, jika perumus-pengurus dan anggota seluruhnya fokus pada goal organisasi maka ini akan menjadi gerak yang sinergis dan mempercepat goal sesuai dengan perencanaan. Akan tetapi jika tidak, sudah bisa dipastikan akan menjadi malapetaka dalam organisasi.
Lantas bagaimana cara mereka bekerja? Perumus akan membuat rumusan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Sementara Pengurus akan melaksanakan rumusan tersebut dalam bentuk pelaksanaan strategi organisasi, sementara anggota meaksanakan secara taksi strategi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar