Ketika muncul persoalan di dalam organisasi, maka akan nampak jelas bagaimana SDM menghadapinya. Tingkat kepanikan dan cara penyelesaiannya secara tepat dan akurat. Menurut Goleman hal ini bergantung dari kecerdasan emosi SDM pada organisasi tersebut. Kecerdasan emosi, menurut Goleman adalah "kemampuan memahami perasaan diri sendiri, kemampuan memahami perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri, dan dalam hubungan dengan orang lain". Disini kemampuan memahami dan kemampuan memotivasi diri menjadi kata kunci bagi SDM dalam organisasi untuk menyelesaikan persoalan apapun yang muncul dalam organisasinya.
Kemampuan pengenalan dan pemahan emosi erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh SDM dalam organisasi, dimana tingkat kecerdasan SDM organisasi dapat menentukan arah dan kebijakan yang harus diambil oleh seseorang manakala menghadapi suatu permasalahan di dalam organisasinya. Bahkan Alfred Binet, seorang tokoh utama perintis pengukuran intelligence yang hidup antara tahun 1857-1911, mendefinisikan inteligensi sebagai tindakan yang terdiri atas tiga komponen yaitu1)Kemampuan untuk mengarahkan pikiran;2)Kemampuan untuk mengubah arah tindakan;c)Kamampuan untuk mengkritik diri sendiri. Dengan demikian jelas bahwa antara tindakan dan kecerdasan pengendalian emosi memiliki hubungan yang sinus dan bersifat afinitas. Maju mundurnya suatu organisasi akan bergantung dari kecerdasan emosi yang dimiliki oleh pimpinan dan staffnya, semakin baik tingkat kecerdasan yang dimilikinya maka akan semakin baik pula organisasi tersebut.
Senin, 11 Agustus 2014
Kecerdasan Emosi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar