“Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat
menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah hiruk pikuk sebelum kekalahan” (Robert S Kaplan).
Organisasi bukan sekelompok orang yang berkumpul
tanpa tujuan, akan tetapi mereka yang memiliki potensi dan kemampuan yang tak
terbayangkan. Suatu organisasi yang tidak mengedepankan visi dan misi tidak
akan pernah sampai kemana mana sampai pada titik tertentu mereka akan “runtuh”
dengan sendirinya.
Saya teringat dengan perkuliahan yang disampaikan
oleh Prof. Sohal (Unpad Bandung,12
Oktober 2013) yang menjelaskan tentang “rangkaian keterikatan yang tidak
berujung”. Disini Sohal menjabarkan antara peran dan fungsi organisasi dalam konteks
Industri Multi Regional, dimana organisasi tidak lagi dipandang sebagai wadah
kosong yang kemudian disi oleh apapun, akan tetapi “kepundan” yang berisi magma
yang akan meleburkan apapun yang masuk ke dalamnya dan menjadikannya suatu
kekuatan dahsyat yang disebut lava.
Bagi Sohal, tidak bisa dibedakan dan dipisahkan
antara individu dengan organisasi. Dengan bahasa yang ekstrim, ia menyebut
sebagai The eliminir of persons. Dan
dengan bahasa yang lebih “santun” Kaplan mejabarkannya dalam lima prinsip dasar
manajemen yang disebut sebagai The
Strategy Focused Organization yaitu:
1. Mobilizer
yaitu: perubahan melalui kepemimpinan eksekutif;
2. Translate yaitu: strategi ke dalam bahasa operasional;
3. Align
yaitu: organisasi dan strategi;
4. Motivate
yaitu: menjadikan strategi sebagai pekerjaan setiap orang;
5. Govern yaitu:
menjadikan strategi sebuah proses yang berkelanjutan.
Mengelola strategi berbeda dengan mengelola operasi,
tetapi keduanya sangat penting, dan
perlu diintegrasikan. Strategi visioner
yang tidak dikaitkan dengan keunggulan proses operasi dan tata kelola (governance) tidak akan dapat diterapkan.
Sebaliknya, keunggulan operasi “mungkin” bisa menurunkan biaya, memperbaiki
mutu, dan mengurangi jumlah proses dan waktu tunggu; tetapi tanpa visi dan
panduan dari strategi, organisasi tidak mungkin menikmati kesuksesan yang
berkesinambungan.
Proses yang dilakukan hanya dengan mengandalkan
perolehan laba sesaat, tidak akan lebih baik dari kerugian yang berkepanjangan.
“Pada tahun 1980, suatu perusahan multinasional dijamannya selama satu
dasawarsa menguasai pasar Eropa dan Amerika, banyak para ahli yang meramalkan
akan berumur panjang. Hanya karena suatu kesalahan kecil, dimana para
eksekutifnya berkutat pada proses, menekan pengeluaran untuk karyawan baik itu
insentive, bonus, uang prestasi dan tunjangan lainnya. Kinerja mulai melemah,
karyawan dan tenaga potensial lainnya satu persatu mundur dan beralih ke
perusahaan yang lebih prospektif. Dan sisanya menjadi saksi keruntuhan
perusahaan...sampai tahun 1980..perusahaan tersebut tidak lagi benar benar bisa
beroperasi”.
Disini, bagaimana proses dan strategi tidak bisa
dipisahkan mereka merupakan sisi mata uang yang satu sama lain saling
menguatkan. Sebagaimana Eksekutiv dan Karyawannya, jika ini dilupakan Mimpi
untuk berkembang, mimpi mencapai Goal...bahkan mungkin jangan berharap untuk
tetap bertahan dari terpaan pasar bebas..