Sabtu, 05 Desember 2015

Strategi Dan Taktik; Menyoal Manajemen Organisasi



“Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah hiruk pikuk sebelum kekalahan” (Robert S Kaplan).

Organisasi bukan sekelompok orang yang berkumpul tanpa tujuan, akan tetapi mereka yang memiliki potensi dan kemampuan yang tak terbayangkan. Suatu organisasi yang tidak mengedepankan visi dan misi tidak akan pernah sampai kemana mana sampai pada titik tertentu mereka akan “runtuh” dengan sendirinya.
Saya teringat dengan perkuliahan yang disampaikan oleh Prof. Sohal (Unpad Bandung,12 Oktober 2013) yang menjelaskan tentang “rangkaian keterikatan yang tidak berujung”. Disini Sohal menjabarkan antara peran dan fungsi organisasi dalam konteks Industri Multi Regional, dimana organisasi tidak lagi dipandang sebagai wadah kosong yang kemudian disi oleh apapun, akan tetapi “kepundan” yang berisi magma yang akan meleburkan apapun yang masuk ke dalamnya dan menjadikannya suatu kekuatan dahsyat yang disebut lava.
Bagi Sohal, tidak bisa dibedakan dan dipisahkan antara individu dengan organisasi. Dengan bahasa yang ekstrim, ia menyebut sebagai The eliminir of persons. Dan dengan bahasa yang lebih “santun” Kaplan mejabarkannya dalam lima prinsip dasar manajemen yang disebut sebagai The Strategy Focused Organization yaitu:
1. Mobilizer yaitu: perubahan melalui kepemimpinan eksekutif;
2. Translate yaitu: strategi ke dalam bahasa operasional;
3. Align yaitu: organisasi dan strategi;
4. Motivate yaitu: menjadikan strategi sebagai pekerjaan setiap orang;
5. Govern yaitu: menjadikan strategi sebuah proses yang berkelanjutan.
Mengelola strategi berbeda dengan mengelola operasi, tetapi  keduanya sangat penting, dan perlu diintegrasikan.  Strategi visioner yang tidak dikaitkan dengan keunggulan proses operasi dan tata kelola (governance) tidak akan dapat diterapkan. Sebaliknya, keunggulan operasi “mungkin” bisa menurunkan biaya, memperbaiki mutu, dan mengurangi jumlah proses dan waktu tunggu; tetapi tanpa visi dan panduan dari strategi, organisasi tidak mungkin menikmati kesuksesan yang berkesinambungan.    
Proses yang dilakukan hanya dengan mengandalkan perolehan laba sesaat, tidak akan lebih baik dari kerugian yang berkepanjangan. “Pada tahun 1980, suatu perusahan multinasional dijamannya selama satu dasawarsa menguasai pasar Eropa dan Amerika, banyak para ahli yang meramalkan akan berumur panjang. Hanya karena suatu kesalahan kecil, dimana para eksekutifnya berkutat pada proses, menekan pengeluaran untuk karyawan baik itu insentive, bonus, uang prestasi dan tunjangan lainnya. Kinerja mulai melemah, karyawan dan tenaga potensial lainnya satu persatu mundur dan beralih ke perusahaan yang lebih prospektif. Dan sisanya menjadi saksi keruntuhan perusahaan...sampai tahun 1980..perusahaan tersebut tidak lagi benar benar bisa beroperasi”.
Disini, bagaimana proses dan strategi tidak bisa dipisahkan mereka merupakan sisi mata uang yang satu sama lain saling menguatkan. Sebagaimana Eksekutiv dan Karyawannya, jika ini dilupakan Mimpi untuk berkembang, mimpi mencapai Goal...bahkan mungkin jangan berharap untuk tetap bertahan dari terpaan pasar bebas..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar