I
Mengelola
stratagi akan sangat berbeda dengan mengelola organisasi. Meskipun keduanya
sangat penting dan perlu diintegrasikan. Sebagaimana dinyatakan oleh Michael
Porter bahwa “Efektivitas operasi dan strategi sangat penting dalam rangka
meraih kinerja yang lebih unggul...”. Strategi dan Mengelola Organisasi merupakan
dua sisi mata uang dan satu sama lain saling melengkapi dari sisi yang berbeda.
Strategi
visioner yang tidak mengkaitkan dengan keunggulan proses dan tata kelola (governance) tidak akan dapat diterapkan.
Sebaliknya keunggulan operasi, mungkin, dapat menurunkan biaya, memperbaiki
mutu, dan mengurangi jumlah proses dan waktu tunggu. Akan tetapi tanpa visi dan
panduan strategi, organisasi tidak mungkin menikmati kesuksesan yang
berkesanbungan, hanya dengan memperbaiki operasi saja.
Di dalam organisasi Rumah Sakit Daerah lajimnya
memiliki dua kekuatan yang sama dan memiliki tugas dan fungsi yang sentral; ‒keuangan; dan ‒Perencanaan. Pada prakteknya Keduanya
tidak selaras dalam menjalankan roda organisasi, keuangan bertitik tekan pada
proses, sementara perencanaan lebih kepada konsep goal yang harus dicapai organisasi.
‒Keuangan, berorientasi kepada pendapatan dan posting yang bersifat kasuistik
dan jangka pendek, semetara ‒perencanaan berorientasi
kepada gagasan ideal organisasi dan bersifat umum dan jangka panjang.
|
|
Kedua lini organisasi tersebut, tidak pernah bertemu pada satu titik
yang sama. Karena keduanya sama‒sama ego dan
tidak mau menundukan dirinya satu sama lain.
II
Terdapat
enam tahapan yang harus dilakukan oleh organisasi dalam membuat suatu tahapan
strategi:
1)Terjemahkan strategi;
2)Kelola inisiatif‒inisiatif strategis;
3)Selaraskan unit‒unit organisasi dengan
strategis;
4)Komunikasikan Strategi.
5)Kaji ulang Strategi
6) Perbaharui strategi
Sebagai ilustrasi: 73%
organisasi dengan kinerja yang luar biasa mengkomunikasikan strtaegi dan
ukuran‒ukuran strategis mereka secara jelas, sementara hanya 28% dari
organisasi yang berinerja rendah yang mengkomunikasi strategis dan
ukuran‒ukurannya.
Sebuah
survey yang dilakukan oleh Cranfield
University pada tahun 2003 mendapati bahwa 46% Organisasi menggunakan
proses manajemen kinerja formal. Dari organisasi‒organisasi tersebut, 25%
diantaranya menggunakan bentuk Total
Quality Manajement (TQM) sebagai sistem manajemen kinerja utama mereka. 75%
menggunakan Balanced Scoredcard (BSC),
dan hasilnya mereka dapat mendahului kemajuan organisasi melebihi penggunaan
sistem berbasis manajemen mutu.
|
Proses
|
Persentase Organisasi yang memiliki
Proses Foemal
|
|||||||||||
|
10
|
20
|
30
|
40
|
50
|
60
|
70
|
80
|
90
|
100
|
|||
|
Terjemahkan
penyampaian strategi dan ukuran‒ukuran korporat secara jelas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Inisiatif kelola
inisiatif strategis kunci
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Selaraskan:
Penyelarasan unit‒unit pendukung dengan strategis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Komunikasikan:
Komunikasikan tentang strategi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Tinjauan:
Rapat rutin untuk melaporkan dan mengelola strtaegi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Perbaharui:
Pembaharuan strategi secara rutin untuk mempertimbangkan kondisi yang berubah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
SDM:
Pengembangan organisasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Keuangan:
Kaitkan inisiatif strategis dengan anggaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
TI:
kesepakatan mengenai tingkat layanan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
(Robert
Kaplan & David Norton, Execution
Premium; Linking strategy to operations for competitive, ©2008)
Kaplan
menyusun panduan langkah pengintegrasian manajemen operasi dengan perencanaan
strategi, yaitu:
Tahap 1: Para
manajer menyusun strategis dengan menggunakan perangkat strategis yang telah
disusun sebelumnya.
Tahap 2 : Organisasi
merencanakan strategi dengan menggunakan perangkat Balanced Scorecard.
Tahap 3:
Begitu strategi tingkat tinggi dan Balance scorecard disampaikan, para manajer
menyelaraskan organisasi dengan strateg, dengan cara mengalirkan peta‒peta
strategis yang saling terkait dan Balance Scorecard ke seluruh unit organisasi.
Penyelarasan dilakukan pada karyawan dengan komunikasi formal dan mengaitkan
sasaran dan motivasi pribadi karyawan dengan sasaran strategis.
Tahap 4:
Dengan seluruh unit organisasi dan
karywan telah selaras dengan strtaegi, kini para manajer dapat merencanakan operasi
dengan menggunakan perangkat manajemen mutu dan proses, rekayasa ulang,
dashboard proses, role forchasting, pembiayaan berbasis kegiatan, perencanaan
kapasitas sumber daya manusia, dan penganggaran dinamis.
Tahap 5:
Pada saat strategi dan rencana operasi dijalankan, organisasi memantau dan
mempelajari masalah, kendala, dan tantangan yang ada. Proses ini
mengintegrasikan informasi menganai operasi dan strategis dalam sebuah struktur
rapat ditinjau dari manajemen yang dirancang secara cermat.
Tahap 6:
Para manajer menggunakan data operasi internal serta data persaingan dan
lingkungan eksternal untuk menguji dan menyesuaikan strategi, yang meluncurkan
lingkaran lain pada sistem perencanaan dan pelaksanaan operasi yang
terintegrasi.
Semoga
bermanfaat.
#Ruang
jenazah, Gerhana Matahari Total 2016#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar